Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah

Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah - Assalamualaikum, apa kabar Sobat pembaca MUSLIM ISLAM , Kami harap kabar Sobat baik-baik saja dan selalu dalam lindunganNYA, Amin. Oya hari ini Muslim Islam akan mengupas informasi berjudul Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah, Tulisan kali ini kami masukkan dalam tag atau label Artikel Berita, Artikel Budaya, Artikel Fenomena, Artikel Islam, Artikel Islami, Artikel Kabar, Artikel Muslim, Artikel Portal Berita Islam, Artikel Ragam, Semoga saja uraian kami ini dapat menambah informasi untuk Sobat pembaca semuanya, baiklah, biar tidak terlalu lama, yuk langsung disimak saja.

Judul : Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah
link : Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah

Baca juga


Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin MA
Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI,  Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin MA. Photo: Poskota
ARRAHMAH.CO.ID - Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa pendidikan agama Islam di sekolah saat ini dihadapkan pada problem fundamental berupa kekurangan guru agama. Menurunya, kekurangan guru agama Islam di sekolah sangat massif.

“Data kita, kira-kira sekitar 21 ribu kekurangan guru agama Islam di sekolah,” ujarnya di Jakarta, Senin (03/07).

Kamaruddin menilai hal itu menjadi problem mendasar karena jika guru agamanya kurang, berarti pengajar agama di sekolah selama ini bukan ahli agama. Hal itu bisa menjadi potensi masuknya pemahaman radikal dan intoleran.

“Agama tidak boleh diajarkan orang yang bukan ahlinya. Sebab, ketika guru agama diajarkan oleh yang bukan ahlinya, maka di situ ada potensi pemahaman keagamaan intoleran, potensi radikalisme, potensi missleading yang sangat besar. Karena pemahaman keagamaannya sangat tanggung,” terangnya.

“Saya sering mengumpamakan, kalau yang mendesain bangunan bukan arsitek, mungkin saja akan jadi, tapi bangunan itu bisa roboh. Begitu juga agama, kalau bukan ahlinya, pasti akan fatal, generasi menjadi korbannya,” sambungnya.

Masalah kekurangan guru agama ini harus diatasi segera dan secara fundamental. Sebab, proses pembelajaran agama tidak mungkin menghasilkan out put bagus kalau guru ahlinya tidak ada, kurang, dan apalagi bersifat massif.

“Kalau saat ini kekurangan 21ribu guru agama, maka kira-kira kasaranya ada sekitar 20ribu sekolah yang tidak punya guru agama. Itu kan massif dan itu sangat fundamental. Kalau itu tidak diatasi, maka kita tidak bisa berbicara banyak,” jelasnya.

“Solusinya diangkat guru. Menag sudah bersurat kepada Kemendagri, Kemendikbud, Gubernur dan Bupati di seluruh Indonesia, serta Kemenpan dan lembaga terkait untuk mengatasi persoalan ini dulu,” tutur Kamaruddin.

Menurut Guru besar UIN Alauddin Makassar ini,  Pemda harus mengangkat guru agama yang berlatarbelakang pendidikan agama, meski statusnya tidak harus PNS. Pemda bisa mengidentifikasi sekolah mana saja yang kekurangan, karena sekolah menjadi kewenangannya.

Kalau masalah kekurangan guru ini dibiarkan, lanjut Kamaruddin, hal itu sangat berpotensi untuk dikapitalisasi pihak-pihak yang mempunyai agenda diseminasi ajaran agama yang radikal. Sebab, jika agama diajarkan oleh mereka yang beraliran keras maka pendidikan agama di sekolah akan berkontribusi signifikan dalam penetrasi radikalisme.

“Ini salah satu yang harus diwaspadai. Agama harus diajarkan oleh sarjana agama, bukan  sarjana non agama,” tandasnya. (kemenag.go.id)


Terima kasih Sobat sudah berkenan membaca :

Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah

Kami rasa sudah cukup pembahasan Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah untuk hari ini, Moga saja apa yang sudah Sobat baca dapat menambah wawasan dan wacana. Kami selaku Admin memohon maaf sebesar-besarnya bila terdapat kesalahan penulisan maupun kata-kata yang kurang berkenan, semoga kita dipertemukan di artikel berikutnya, Wassalamualaikum.

Baru saja selesai dibaca: Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah link sumber: https://musilmislam.blogspot.com/2017/07/kekurangan-21-ribu-guru-agama-dirjen.html

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kekurangan 21 Ribu Guru Agama, Dirjen Pendis Sebut Ini Potensi Masuknya Radikalisme di Sekolah"

Posting Komentar